Tidak semua jajanan yang dikudap si kecil aman dan sehat. Banyak jajanan yang ternyata tidak baik untuk kesehatan, karena “disisipi” bahan tambahan yang berbahaya. Bagaimana mensiasati agar anak anak hanya mengkonsumsi makan-makanan yang sehat?
Biasakan sarapan
Biasakan anak sarapan di rumah sebelum berangkat sekolah. Usahakan untuk selalu membekalinya dengan makanan buatan sendiri yang lezat, bergizi dan bervariasi. Biasakan makan bersama anak di meja makan dan masak bersama mereka di dapur. Ini menciptakan suasana akrab dan menyenangkan. Anak dapat mengenal bahan dan belajar mengolah makanan yang sehat.
Sarapan pagi sebelum berangkat sekolah ternyata amat penting karena ikut menentukan kualitas prestasi seorang anak. Di lain pihak akibat terbatasnya waktu membuat anak dan Anda tak sempat lagi untuk sarapan pagi. Padahal mengutip Journal of American Dietetic Association, mengabaikan sarapan akan membuat anak berperilaku jajan yang tak sehat apalagi rata-rata jajanan di sekolah kurang bergizi. Dalam jangka waktu pendek maupun panjang apabila anak-anak membiasakan diri jajan di sekolah dan melupakan sarapan pagi akan menimbulkan masalah kesehatan tubuhnya.
Pilih tempat bersih
Kadang, jajan merupakan kegembiraan tersendiri bagi anak. Terlalu naif jika Anda misalnya, melarang anak Anda untuk jajan. Hanya saja, Anda perlu memberi pengertian. Beri rambu-rambu pada mereka. Anda bisa mengatakan, boleh jajan asal di tempat-tempat atau lingkungan yang bersih. Misalnya jauh dari tempat sampah, got, atau kotoran seperti debu, atau asap kendaraan bermotor. Ajarkan mereka untuk memilih jajanan yang terlindung dari debu. Makanan yang dibeli pun sebaiknya dalam keadaan tertutup, bersih dan tidak kotor atau bekas dipegang-pegang orang. Jika anak sudah bisa memahami, memang relatif lebih mudah mengajarinya. Tapi jika anak Anda masih di bawah lima tahun, memang agak repot untuk memberi pemahaman seperti itu.
Waspadai pemanis-warna
Ajarkan anak untuk menghindari jajanan yang terlalu manis dan berwarna mencorong seperti es sirup, kue-kue, atau makanan ringan dalam kemasan yang warnanya terang. Karena kemungkinan besar makanan-makanan itu mengandung bahan pemanis buatan atau pewarna yang bukan untuk bahan makanan. Itu sangat berbahaya bagi anak. Apalagi jika mengandung pengawet buatan, sangat tidak menguntungkan bagi kesehatan anak. Beritahu anak Anda, makanan yang enak belum tentu aman bagi mereka. Kalau perlu Anda secara tegas dan keras melarang mereka untuk membeli jajanan itu. Untuk itu Anda perlu mengawasi secara ketat.
Jelaskan bahaya
Tanpa penjelasan yang jelas dan mudah dimengerti, Anda akan kesulitan untuk melarang anak Anda mengkonsumsi jajanan-jajanan berbahaya. Ada baiknya Anda menyampaikan bahaya-bahaya dari makanan-makanan yang mengandung pewarna, pemanis, dan pengawet buatan yang bukan untuk makanan. Misalnya saja, makanan X akan menyebabkan penyakit Y. Dengan mengemukakan bahaya dari makanan tersebut, kemungkinan besar anak takut, sehingga jera dan tak berani lagi membeli jajanan itu. Namun Anda harus menyampaikan peringatan-peringatan itu terus menerus. Namun untuk mengungkapkan bahaya atau efek samping dari makanan yang tak sehat tersebut, Anda memang harus belajar dan tahu jenis-jenis makanan yang ada. Tanpa pemahaman itu, Anda akan kesulitan menyampaikan informasi yang tepat dan benar pada anak.
Awasi
Jika anak Anda sudah bisa diberi pemahaman, tugas Anda tak begitu sulit. Anda tinggal memberikan rambu-rambu, dan menekan anak untuk mematuhi nasihat Anda. Tapi jika anak Anda masih di bawah umur, tentu nasihat-nasihat yang Anda berikan takkan mempan. Tentu saja mereka belum mengerti. Karena itulah Anda yang harus memilihkan jajanan untuk mereka. Dengan kata lain, Anda harus mendampingi anak setiap kali jajan. Anda pun harus jeli memilih makanan yang benar-benar sehat. Sekali lagi, hindarilah makanan yang berwarna terang dan manis-manis. Karena sangat mungkin itu mengandung bahan yang berbahaya. Apalagi jika harganya murah. Anda pun harus tegas pada anak Anda. Jangan sampai Anda kalah oleh senjata andalan mereka; tangis!
Bawakan bekal
Cara ini bisa Anda pakai. Anda tak perlu memberikan uang saku, namun memberi bekal makanan. Beri dia makanan-makanan yang sehat untuk dikonsumsi. Tak harus makanan buatan sendiri, tapi bisa juga makanan-makanan yang di jual di pasaran. Tapi Anda harus memilih makanan yang benar-benar aman bagi mereka. Karena jajanan yang Anda berikan itu sekaligus contoh bagi mereka. Artinya jika Anda tak memberi bekal, mereka sudah tahu jenis jajanan yang boleh mereka beli. Memang pemberian bekal ini hanya sementara saja. Karena tujuannya untuk membuat anak mengerti jajanan yang sehat dan boleh dibeli. Jika anak sudah paham, Anda boleh mengganti bekal dengan uang saku.
Beri contoh
Anda juga harus memberi contoh untuk selalu memilih jajanan yang sehat, baik saat pergi bersama anak maupun saat membawa oleh-oleh sepulang kerja. Sia-sia Anda mengajarkan anak memilih jajanan yang sehat jika Anda tak memberi contoh yang baik. Kalau perlu Anda kurangi frekuensi jajan anak dalam sehari atau seminggu jika memungkinkan. Mengajari anak untuk tak jajan tentu lebih baik, dibanding Anda selalu was-was mengkhawatirkan jajanan yang dikonsumsi anak Anda. Lebih baik lagi, jika Anda bisa mengajari anak untuk menabung uang sisa jajannya dalam celengan. Ya menabung tentu lebih baik. (Ryan)
RSS Feed
Twitter
08.39
Admin


1 komentar:
~ Sangat Penting untuk perhatian kita semua, ijin share Sdr ku !
Posting Komentar