Tampilkan postingan dengan label Wirausaha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wirausaha. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 September 2010

Keong Racun, dulu Hama Kini Menguntungkan

Keong beracun atau yang biasa disebut keong mas (Pomacea canaliculata) yang selama ini dikenal sebagai hama potensial tanaman padi, jika dikelola dengan baik merupakan komoditas prospektif untuk menambah penghasilan petani dan peternak. Hama yang satu ini ternyata dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan baku alternatif untuk pembuatan pakan ternak.

Selain pembuatan mudah, pakan bebek yang terbuat dari keong mas ini sangat menguntungkan bagi peternak. Pasalnya selain mudah didapat, juga dapat membuat bebek bertelur jauh lebih banyak bila dibandingkan dengan hanya diberi makanan olahan dari pabrik.


MAU DAPAT DUIT ? KLIK DIBAWAH INI


Selama ini keong mas selalu menjadi momok yang cukup meresahkan petani. Hewan tersebut mempunyai sifat menyerang dan merusak batang tanaman padi milik petani. Keong Mas merupakan hawa yang paling “ditakuti” oleh para petani, karena berkembang biak sangat cepat, sehingga padi yang terserang keong mas langsung mati. Hewan ini banyak dijumpai di persawahan, lebih-lebih bila petani mulai membajak sawah.

Siput yang konon berasal dari Amerika Latin ini, menempelkan telurnya di batang padi yang mulai dewasa. Setelah menetas, siput-siput ini langsung mengkonsumsi batang padi hingga akhirnya menimbulkan kematian pada tanaman padi. Jika tidak dibuang, hama ini jelas akan melahirkan mimpi buruk bagi para petani karena panen mereka terancam gagal. Yang meresahkan petani, pembiakannya sangat cepat sehingga para petani kewalahanan membasminya.

Untuk membasmi hama ini biasanya para petani mengambilnya satu demi satu keong mas kemudian dibuang. Namun lain ceritanya bagi Sardjono, Kepala Desa Karangmalang Masaran Sragen. Bagi dia, keong mas ternyata dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak bebeknya.

Melibatkan masyarakat untuk ikut membasmi hama

Sejak beberapa bulan lalu, Sardjono memberdayakan masyarakatnya untuk berperan aktif membasmi keong mas di desanya. Untuk “merangsang” masyarakat agar mau, ia memberi imbalan Rp.500 setiap kilogram keong mas yang dikumpulkan.

Himbauannya ternyata mendapat sambutan yang baik. Tidak hanya orang dewasa, anak-anak pun banyak yang ikut serta berburu keong mas. Setiap harinya, sebanyak 5 hingga 8 ton keong mas dapat dikumpulkan. Untuk memberi imbalan, Sardjono harus merogoh kocek Rp. 2.500.000 hingga Rp. 4.000.000 per harinya.

Manfaatkan hama untuk pakan bebek

Keong yang dikumpulkan tersebut ia manfaatkan untuk pakan ternak bebek miliknya. Caranya cukup sederhana. Keong yang diterima langsung di giling dengan mesin yang baru ia beli. Setelah digiling, keong mas yang kini berbentuk serbuk kasar, kemudian di masukkan ke dalam karung. Setelah itu, dicuci. Untuk mencucinya cukup mudah. Karung-karung yang berisi serbuk keong mas, diceburkan ke sungi yang terletak dibelakang rumahnya. Setelah di cuci barulah dikeringkan di bawah sinar matahari. Setelah kering barulah serbuk keong mas dapat dimanfaatkan untuk pakan bebek. Caranya cukup dicampur dengan bekatul.

Menurut Bapak muda ini, dengan memanfaatkan keong mas, dia dapat meng-efisiensi biaya pakan hingga 50% bila dibandingkan dengan menggunakan pakan konsentrat. “Tapi yang lebih penting, kami dapat ikut serta memberantas hama para petani,” imbuhnya.

Kandungan Gizi Keong Mas

Keong memiliki kandungan gizi sangat tinggi karena daging keong mengandung protein. Menurut Dr Ir Sulistiono, MSc, Ketua Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan (MSP), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor (IPB) (harian Pelita, Jum’at,13/4),kandungan gizi keong mas diketahui mengandung asam omega 3, 6 dan 9. Dari hasil uji proksimat, kandungan protein pada keong mas berkisar antara 16 hingga 50 persen.Selain banyak mengandung protein, hewan dari keluarga moluska ini juga kaya akan kalsium. Penggunaan keong mas untuk pakan itik terbukti mampu menaikkan hasil telur hingga 80 persen.

Mengenai ketersediaan pasok, kata dia, tidak perlu dikuatirkan karena dalam sebulan seekor keong mampu memproduksi 1.000 hingga 1.200 butir telur, tingkat mortalitasnya rendah, dan siklus hidup hanya 60 hari.
Sayangnya, belum semua daerah memanfaatkan spesies ini meski penyebaran populasinya sudah mencapai hampir seluruh wilayah Indonesia. Keong mas disebut sebagai hama unggul karena memakan segala tanaman terutama tanaman padi muda dan pembibitan.

Di beberapa daerah, keong mas diolah menjadi berbagai jenis masakan seperti sate, pepes, sambal keong, hingga kecap keong. Masyarakat juga percaya, keong mas dapat digunakan untuk mengobati penyakit lever. Namun belum ada pembuktian ilmiah mengenai khasiat ini. Keong mas juga berperan sebagai pengendali keong lain jenis Bulinus sp dan Biophalaria sp yang merupakan inang perantara parasit trematoda yang menyebabkan penyakit gatal-gatal dan schistosomiasis yang biasa menginfeksi penduduk tropis. (N.Hart)

Biar Loper Koran yang Penting Jadi Doktor

Siapa bilang loper koran tidak bisa meraih gelar doktor? Dr Basuki Agus Suparno(39) telah membuktikan itu. Menempuh pendidikan tinggi tidak melulu bergantung pada faktor finansial. Seseorang dengan kehidupan ekonomi serba kekurangan pun nyatanya mampu menjalani studi hingga jenjang S-3, asalkan mau berjuang untuk mengatasi kondisi serba kekurangan tersebut Hal itu dibuktikan oleh Basuki Agus Suparno, dosen Universitas Pembangunan Nasional (UPN), Yogyakarta.

Beberapa waktu lalu, Basuki telah diwisuda sebagai doktor bidang komunikasi lulusan Universitas Indonesia. Gelar itu sekaligus mengokohkan dirinya sebagai doktor ke-42 bidang komunikasi di Indonesia. Semangat dan keinginan untuk majulah yang mengantarkannya sukses secara akademis.

Apa yang sudah diraih ayah dua anak ini tidak semudah seperti orang lain yang berkecukupan. Dari sekolah tingkat sekolah dasar (SD) sampai berhasil meraih gelar strata satu (S1) di Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Solo, kehidupan Basuki selalu penuh dengan perjuangan. Banyak pekerjaan sampingan yang ditekuni mulai dari loper koran, jual kantong plastik, semir sepatu hingga berjualan gula pasir dari rumah ke rumah. Semuanya ini telah membawanya dapat menyelesaikan bangku kuliah di UNS.

Semua pergulatan melawan nasib tersebut, kata Basuki, tidak lain untuk membantu perekonomian keluarga serta membiayai sekolahnya selepas ayahandanya meninggal dunia. Selepas SMA, pada tahun 1991 anak ke-8 dari 9 bersaudara itu berhasil diterima di jurusan komunikasi fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS), Solo.

Meski telah berstatus mahasiswa Basuki tidak malu nyambi sebagai loper koran. Keuntungan dari berjualan koran bisa mencapai 300 sampai 6.000 ribu rupiah per hari. Keuntungan itulah yang dipakai sebagai modal untuk membiayai kuliahnya. Hingga akhirnya setelah lulus kuliah Basuki berhasil menjadi dosen di UPN. Semangat Basuki untuk terus meraih pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi tidak pernah pudar. Melalui beasiswa yang diberikan kampusnya, dia berhasil menempuh jenjang S2 dan S3. Setelah berhasil merampungkan pendidikan S3-nya. Basuki mengaku begitu lega. Terlebih jika dia mengenang kembali perjalanan hidupnya pada masa lalu yang serba kekurangan.

Awal Kisah Perjuangan
Kisah pria kelahiran Sragen, Jawa Tengah, 6 Mei 1971 itu bermula saat sang ayah almarhum Suwoyo Wiro Sumitro tidak lagi menjadi pegawai di Pabrik Gula Mojo. Pada tahun 1977, bersama ibunya Sugianti, keluarga ini pindah ke Jakarta pada 1978 dan mengontrak rumah di kawasan Kampung Makasar, Jakarta Timur. Sang ayah bekerja sebagai buruh bangunan dan ibu berjualan opak (keripik singkong).

Menurutnya, hasil yang diperoleh kedua orang tuanya sebagai buruh bangunan dan berjualan keripik singkong, ternyata tidak mampu mencukupi biaya kehidupan mereka serta biaya pendidikan anak-anaknya. Sambil sekolah, Basuki kecil terpaksa jual koran dan kantong plastik di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur. Pekerjaan ditekuninya sampai kelas satu SMP Negeri 50, Jakarta Timur.

Saat itulah semua aktivitas Basuki terhenti. Pasalnya, sang ayah meninggal dunia. Keluarga Basuki pun akhirnya kembali ke Sragen. Kepergian ayahnya untuk selamanya, tidak membuat Basuki patah semangat apalagi frustrasi. Justru sebaliknya, pendidikan SMP diselesaikan dengan baik dan dia pun diterima di SMA Negeri 1 Sragen. Sebagai SMA favorit, pria yang suka baca buku-buku politik ini mampu bersaing dengan teman-temannya, meski terbatas buku-buku yang dia miliki.

Gagal Masuk UGM
Seiring semakin banyaknya pelanggan koran dari Basuki, statusnya pun meningkat dari penjualan eceran menjadi loper yang mampu mendapat pelanggan tetap mencapai ratusan orang. Seusai lulus SMA, Basuki mengikuti tes ujian masuk perguruan tinggi (UMPTN) di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Namun, dia gagal diterima.
Kemudian, tahun berikutnya pemuda yang pantang menyerah ini akhirnya bisa masuk ke UNS Surakarta. Dia memilih dua fakultas yakni Kedokteran dan Fakultas ISIP jurusan Komunikasi. Pada 1991 ia memulai  kuliah di jurusan  Komunikasi FISIP UNSd engan biaya dari hasil jualan koran. Cukup banyak koran harian yang dijualnya baik terbitan dari Yogyakarta, Bandung dan Jakarta. “Selain koran terbitan pagi yang saya edarkan,juga ada terbitan sore ya seperti Sinar Harapan dan Wawasan,” ujarnya.

Setelah meraih gelar sarjana dari UNS, menurut Basuki tidak ada niatnya untuk melamar jadi pegawai negeri sipil (PNS). Ia pun terus menggeluti usaha dagang. Sambil tetap menjadi loper koran, Basuki memulai usaha baru menjadi penyuplai gula pasir dari rumah ke rumah di Kota Sragen. Awalnya bermodalkan 100 kilogram, akhirnya bisa memiliki omzet sampai tiga ton per bulan. Profesi ini dijalaninya sampai akhir 1987.

Pada saat itu, lanjutnya, seorang teman kuliahnya mengajaknya mendaftar sebagai dosen di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran, Yogyakarta. Setelah melalui tahap tes, pria beristrikan Erni Indriastati ini, awalnya diangkat sebagai asisten dosen dengan gaji sebesar Rp 300.000 per bulan. Tidak lama kemudian, begitu surat keputusan (SK) pengangkatannya turun, Basuki menjadi dosen tetap pada mata kuliah Statistik Sosial dan Pengantar Ilmu Komunikasi. Berkat perjuangan kerasnya, UPN Veteran menyekolahkannya ke jenjang strata dua (S2) di UNS Surakarta dan pada 2008 dia mendapat beasiswa untuk meraih gelar S3 di UI Depok. “Saya tidak menyangka begitu baiknya pemimpin UPN memberikan beasiswa sehingga saya bisa menyelesaikan pendidikan hingga meraih gelar doktor,” tambahnya.

Dari Cepoko Tembus Pasar Eropa

Furniture merupakan barang kebutuhan sekunder dalam kehidupan kita. Khusus untuk kalangan ekonomi menengah keatas, furniture yang unik dan khaslah yang lebih diminati. Barang-barang furniture yang unik dan khas ini banyak dicari untuk menghiasi penampilan interior rumah agar terlihat indah dan nyaman. Dijaman yang sudah maju ini, biasanya produk-produk plastik dan logam yang mendominasi produk-produk di pasaran. Back to nature, ya, barang-barang furniture yang berasal dari bahan-bahan alamilah yang saat ini banyak dicari oleh kalangan menengah keatas, apalagi orang-orang luar negeri. Sesuai minat pasar tersebut, pengrajin berlomba-lomba menawarkan produk yang lebih inovatif. Bahan-bahan yang sangat sederhana seperti dari gedebog pisang, tempurung kelapa / batok bahkan enceng gondok. Bahan-bahan yang kelihatannya kurang bernilai tersebut, bisa disulap menjadi furniture yang mempunyai kualitas tinggi.

Produsen kerajinan unik ini bisa dijumpai di Kecamatan Sumberlawang. Sumberlawang merupakan salah satu wilayah di kabupaten Sragen yang terletak diujung barat yang bersebelahan dengan beberapa kec. lain seperti kecamatan Miri, kecamatan Kalijambe dan Kec. Gemolong. Secara geografis kondisi alam di Kec.Sumberlawang, kurang menguntungkan, karena tanahnya yang kering dan kurang subur.

Kondisi yang demikian tidak membuat warga di kecamatan tersebut menjadi putus asa dan menyerah menghadapi kondisi alam yang kurang menguntungkan itu. Namun hal tersebut justru memacu para warga untuk berkreasi dengan mengembngkan potensi yang ada pada dirinya untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya.

Ngadiman (37), merupakan salah satu contoh pengrajin yang kreatif. Bapak beranak dua yang tinggal di dusun Sumber desa Cepoko kecamatan Sumberlawang ini merupakan pengusaha yang ulet dan tekun. Bukan furniture berbahan dasar kayu jati yang sudah banyak tersedia dipasaran yang ia produksi, melainkan furniture-furniture unik yang berbahan dasar enceng gondok, pelepah pisang dan rotan. Bukan itu saja, saat ini Ngadiman juga mengembangkan kerajinan unik dari batok tempurung kelapa.

Dari bahan-bahan yang unik tersebut, Ngadiman bisa menyulap menjadi furniture berkelas eksport. Tiap bulan, ia dapat mengexport sebanyak 1200 – 1500 buah furniture ke manca negara. Tenaga kerja yang digunakan adalah penduduk sekitar, yang berjumlah kurang lebih 100 orang. Dari usahanya ini Ngadiman telah ikut membantu mengentaskan pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Biasanya, tenaga kerja yang sudah mahir, akan berusaha merintis usaha serupa secara mandiri. Tak kurang 300 orang mantan tenaga kerjanya yang telah mahir, kini membuka usaha sendiri ataupun merantau ke perusahaan besar di luar daerah.

Ketrampilan yang dimiliki Ngadiman bukan diperoleh dari bangku sekolah. Sejak tahun 1986 ia bekerja di perusahaan furniture rotan di Jakarta. Malang melintang dari satu perusahaan rotan ke perusahaan rotan lainnya membuat ia sangat kampiun dalam mengolah rotan. Hingga tahun 1998 bersamaan dengan krisis ekonomi, dimana perusahaan tempatnya bekerja mengalami kesulitan, ia memutuskan pulang kampung untuk membuka usaha sendiri.

Sejak itu, sedikit demi sedikit usahanya mulai berkembang. Mulanya ia hanya memasarkan produknya secara lokal, kini produk-produk uniknya telah menembus pasaran Eropa, antara lain ke Perancis, Inggris dan negara-negara lainnya.

Ngadiman juga sering diundang sebagai pelatih kerajinan rotan, enceng gondok maupun tempurung kelapa. Tanggal 1 sampai 3 Juli 2007 lalu misalnya, ia mendapat undangan dari Kementrian Koperasi dan UKM untuk berkunjung ke Mesir sebagai konsultan budidaya enceng gondok di negara tesebut.

Ada hal yang menarik dari usaha furniture milik Ngadiman ini. Selain sebagai pemilik usaha furniture, ia juga mempunyai sebuah pondok pesantren. Disini menariknya, pekerja yang ia gunakan adalah santri-satrinya sendiri. Ia beranggapan hal tersebut sangat efektif, karena selain mendapat ilmu akherat, para santri tersebut juga mendapatkan bekal ilmu dunia. Para santri juga mendapat penghasilan yang cukup lumayan sebagai pekerja kerajinan rotan.

Bekerja sekaligus ibadah itulah prinsip sederhana namun mulia dari seorang Ngadiman, orang yang sederhana namun mempunyai harapan yang mulia. Ia tidak hanya mementingkan dirinya sendiri, telah banyak pengangguran yang kini bisa mandiri sendiri oleh bantuannya. (Hart)

Membuka Usaha dengan Modal Kecil, Bisakah?

Hmmm .. ndak perlu mengerutkan dahi dulu kalau membaca judul di atas. Banyak jenis usaha yang tidak memerlukan modal besar, bahkan tanpa modal sekalipun. Misalnya saja perdagangan kecil-kecilan antar kota antau antar pulau. Kalau modal yang dimiliki tidak sebegitu besar, ya kita mulai dengan level usaha kelas kecil-menengah, misalnya Handicraft Export & Wooden Handicraft.

Beberapa kawasan wilayah tertentu di Indonesia memiliki potensi market bagus untuk menggeluti usaha perdagangan. Misal berdagang Handicraft Shop atau pakaian/tekstil ke Papua atau Ambon, dengan mengambil supply barang dari Jogja, Solo atau Sragen. Demikian seterusnya. Sebuah pakaian batik Rp 45 – Rp 250 ribu di Sragen, di Papua (dengar-dengar) bisa dijual seharga Rp 100 – Rp 400 ribu. Lumayan kan untungnya?


MAU DAPAT DUIT ????? KLIK DIBAWAH INI, DI JAMIN!!!


OK sekarang bagaimana mau memulai usaha Wooden Export & Wooden Shop, Cobalah cari rekan/kenalan/kerabat yang bisa dipercaya yang berdomisili di daerah lain (pulau/kota lain). Cari informasi mengenai harga-harga/potensi pasar tentang suatu komditas, atau komoditas Handicraft Shop yang langka supply tetapi punya prospek bagus, dsb. Bandingkan dengan Handicraft kondisi lokal di daerah sendiri. Adakah “sesuatu” yang bisa kita ambil atau kita kirim ke rekan jauh tadi. Misal : prospek “baju daster atau Handicraft” kalau ke Sulawesi gimana? atau “souvenir batik” di Banjarmasin, menarik ndak harganya ? dan lain-lain.

Soal komunikasi? Gunakan sarana SMS, email, chating, dll. Mencari rekan/partner usaha? Coba dari kerabat, mantan teman sekampus, teman chating yang credible, dst. Kalau mau lebih mempunyai prospek yang luas, coba pasarkan lewat website. Mau mulai bisnis sekarang juga?  Tunggu apa lagi.

Bisnis Percetakan Dalam Peluang Bisnis

Banyak orang berpikir Untuk memulai usaha selalu dibutuhkan modal besar seperti pembikinan Cetak Kaos. Neon Box dan Cetak Sablon apalagi yang berhubungan dengan cetak-mencetak (Graphic Designer).Sekali lagi kendala yang selalu ada dalam benak orang adalah ‘MODAL DAN MODAL’. Seringkali Kita selalu menunda cita-cita untuk memiliki sebuah usaha baru karena terbebani modal yang kecil dan (mungkin) ketakutan dalam diri Kita sendiri akan kegagalan yang mungkin nantinya yang akan terjadi.Tapi setidaknya Kita bisa berpikir lebih positif ke depan dengan keberhasilan yang akan Kita raih daripada hanya berpikiran kearah kegagalan yang akan menimpa Kita. Graphic Designer dan Print Designer.

MEMBUKA USAHA PERCETAKAN hanya Bermodal Printer

Pernah anda bayangkan hanya bermodalkan sebuah Printer Anda sudah bisa membuka usaha percetakan tanpa minimal order. Dengan printer ini, Anda mampu membuat kartu nama, Cetak Brosur, sticker di atas kertas Art Paper, Sticker Glossy, atau membuat Nota NCR.INILAH SAATNYA cetak murah tanpa minimal order. Lihat Neon Box dan Print Graphic

Biasanya yang berhubungan dengan dunia cetak mencetak (Graphic Designer), pastilah harganya mahal, dan tidak menerima order yang kecil. Seringkali Percetakan Besar mensyaratkan dengan jumlah tertentu tidaklah dengan jumlah kecil.

Coba anda pikirkan :
* Melayani Order cetak Brosur cukup 100 lembar saja?
* Melayani Order cetak cukup 1 Lembar saja?
* Melayani Pembuatan Kartu Nama 1 Box saja mulai dari 10 ribu/box?
* Melayani Cetak Foto ukuran 4R hanya Rp. 600,-/lembar?
* Dan semuanya itu dengan harga yang murah?
* Dan hal semuanya itu tidak didapatkan di percetakan BESAR?

Banyak varian cetak yang bisa kita garap, mulai dari Brosur, KartuNama, Kalender, Poster,undangan, dll. Sayangnya investasi mesin cetak (Print Designer), konvensional maupun digital sangatlah mahal, berkisar ratusan juta hingga milyaran rupiah.Dengan investasi yang sangat besar, tentu saja akan memakan waktu yang cukup lama bagi anda untuk mencapai break event point (kembali modal).Belum lagi faktor lain seperti service, perawatan & spare parts mesin yang tidaklah murah.

Apa yang Anda Perlukan untuk memulai usaha ini?
1. Komputer (Minimal PIII )
2. CD Tutorial Corel Draw + Photo Shop + Software Instant
3. Software,template dan sebagainya.
4. Printer Mini Infus + Tinta ( Kualitas Photo )
5. Hardware & Peralatan cetak ID Cards & Pemotong Kartu Nama Otomatis
6. Mesin Pemotong , Binding,Laminator,Template,Dll.
7. CD Format Ukuran Photo, Contoh Desain, Background Photo, Frame Bingkai Photo, Frame Kalender.

Nah, kalo Anda sudah siap dengan peralatan Print Graphic diatas berarti Anda sudah bisa memulai usaha percetakan dengan modal mini dan hasil maksimal, yang penting yakin dan selalu berpikiran positif untuk selalu maju kedepaan.

Langkah Menuju Kebebasan Finansial

Anda bisa mencapai kebebasan finansial dalam tiga langkah saja. Langkah pertama, anda harus menggali atau menginventaris ketrampilan-ketrampilan yang Anda miliki, memupuknya sedemikian rupa, dan mengubah mindset pecundang menjadi pemenang.

Pilah-pilahkanlah ketrampilan yang anda kuasai dari pelatihan-pelatihan yang pernah Anda ikuti. Jangan ragu-ragu dan malu-malu dalam mencatatkan inventaris diri Anda. Jangan pula mencampur-adukan antara harapan dengan kenyataan. Jauhkan ego dan tinggi hati,namun jangan pula Anda meremehkan kelebihan-kelebihan Anda sendiri.

Latihlah diri Anda supaya dalam 24 jam seharinya Anda selalu ingat pada kelebihan-kelebihan diri sendiri. Gunakan kesadaran penuh dalam mengasah ketrampilan yang Anda miliki,dan sedapat mungkin tanpa penah mengucapkan kata menyerah.

Bergabunglah dengan mereka yang mempunyai ketrampilan dan mindset serupa. Misalnya, jika Anda ingin berbahasa Inggis Anda dengan mantap, ikutilah Klub Toefel atau pelatihan bahasa inggris setempat dan berusahalah untuk hadir dan tidak melewatkanya kecuali alasan darurat Dengan memotivasi diri sendiri dan orang lain,dalam satu tahun cukuplah untuk menanamkan dalam diri sendiri,bahwa Anda memiliki persyaratan untuk sukses dalam pilihan Anda. Dalam dua tahun berikutnya, kegiatan-kegiatan yang dijalankan pada tahun pertama tetaplah dijalankan,karena itulah fondasi dari KESADARAN DAN KEKUATAN-KEKUATAN ANDA SENDIRI

Tahap kedua adalah tahap dimana Anda menjalankan apa yang telah Anda pupuk pada tahap pertama. Intinya hanya satu: JANGAN BANYAK BERFIKIR! JUST DO IT!,mulailah karir baru atau bahkan USAHA atau BISNIS BARU. Jalankan dengan SEMANGAT SAPU BERSIH. Sebagaimana seorang master Zen membersihkan kamar mandi, ia tidak menutup hidung dan tidak menggunakan sarung tangan plastik. Pokoknya sikat saja kotoran yang ada dengan cepat dan sigap. Lakukan dengan cepat dan bersih.

Pada tahun kedua ini pula, Anda perlu belajar memasuki dimensi yang lebih dalam dari karir atau bisnis pilihan Anda. Gunakan kemampuan intelektual dan intuisi sebisanya, agar Anda bisa memahami seperti apa sebenarnya fenomena karir dan bisnis yang Anda geluti itu. Dalam satu tahun itu,miliki kemampuan untuk MELIHAT DAN MENDENGAR satu tingkat lebih dalam dibandingkan orang-orang sekitar Anda. LIHATLAH yang biasanya tidak kelihatan dan DENGARLAH yang biasanya tidak didengar!

Pada tahap ketiga, semestinya Anda sudah bisa tinggal landas. Maksudnya, Anda mampu menggunakan segala ketrampilan kasat mata dan kemampuan obsevasi yang telah Anda dalami pada tahun pertama dan kedua secar maksimal.

Pada tahun ketiga ini,semestinya Anda sudah bisa mendekati para tokoh pentolan dibidang yang Anda geluti tanpa kesulitan berarti. Belajarlah dari mereka dengan berbagai cara. Syukur-syukur ada yang mau menjadi mentor Anda. Jika tidak, minimal belajar langsung dari para pentolan ini,dan pasti itu membawa suatu insight baru pada bidang yang sedang digeluti. Termasuk belajar dari mereka soal bagaimana menghadapi hal-hal yang tidak diduga.

Dengan dikenal oleh mereka secara pribadi,Anda telah memasuki lingkungan baru yang sebenarnya lebih senior dibandingkan dengan diri Anda sendiri. Mensejajarkan diri dengan para pentolan membuat ruang gerak Anda lebih mudah di masa depan,mudah-mudahan.

Pandanglah dunia dalam kontek market value, demikian pula dengan diri Anda. Jalankan hidup Anda dengan penuh kesadaran atas kedua jenis ketrampilan ini-yang kasat mata dan yang bersifat observasi-dengan seoptimal mungkin. Gunakan tahun pertama untuk menginventarisir semua ketrampilan yang kasat mata,dan tahun kedua untuk mengobservasi karir atau usaha bisnis Anda dari segala segi. Nah pada tahun ketiga,sukses sedang menanti Anda. Itulah Rahasia Sukses seorang Jennie S.Bev. seorang Entrepeneur,Penulis,Penerbit,Konsultan sekaligus Pengajar. Nah tunggu apa lagi?sudah saatnya Anda bangkit,Sukses adalah hak setiap orang,Sukses adalah mindset. (N.Hart)

Rabu, 22 September 2010

Loyo, minum saja Kaleyo Rasa Lezat, Omzet Melesat

Susu nikmat ini menjadi alternatif yang banyak dicari sebagai pengganti susu sapi. Selain rasanya yang gurih dan biayanya lebih murah, susu kaleyo memiliki kadar protein yang sangat tinggi. Di tangan Jumbadi (69), susu kaleyo tersebut tidak hanya bisa dikonsumsi sebagai minuman sehari-hari, tetapi juga dapat untuk mencegah dan mengobati beberapa macam penyakit.

Menurut beberapa pelanggan, berbagai penyakit yang dideritanya dapat sembuh dengan mengkonsumsinya secara rutin setiap hari. Penyakit-penyakit yang dapat disembuhkan diantarannya adalah magh akut, ambein, flek-flek di dahi, pencegah kanker prostat dan pencegah penyumbatan arteri.

Susu Kaleyo tidak hanya baik untuk orang dewasa saja. Susu ini juga sangat cocok untuk asupan anak-anak usia 2 hingga 5 tahun. Dibandingkan dengan tepung gandum, tepung kedelai mengandung 15 kali lebih banyak kalsium, 7 kali fosfor, 10 kali zat besi, 10 kali vitamin B, 9 kali Vitamin B2, 5 kali niasin dan 5 kali mineral.

 Apa sebenarnya susu kaleyo ini? susu ini terdiri dari kedelai, kacang hijau dan bekatul. Sengaja ditambahkan bekatul karena menurut kakek 5 cucu ini, bekatul ternyata memiliki kandungan zat-zat yang dapat bermafaat bagi tubuh manusia.

Bekatul yang ini jangan disamakan dengan bekatul biasa. Namun telah melewati beberapa proses pengolahan sehingga aman dan bermanfaat bagi tubuh. Dan yang penting bebas dari bahan-bahan kimia.

Bekatul mempunyai kandungan vitamin B15 yang sanggup mengoptimalkan kerja aneka organ tubuh dan dapat menguatkan jantung. Vitamin B15 memang belum dikenal masyarakat. Padahal, senyawa yang juga disebut pangamic acid ini memiliki banyak khasiat. Struktur kimia vitamin B15 adalah Glucono-dimethy-lamino-acetic-acid, ditemukan oleh Dr. Krebs Junior, ahli biokimia dari San Francisco, Amerika Serikat, pada tahun 1952.

Pensiunan PNS ini mulai memproduksi susu kedelai sekitar tujuh tahun lalu. Terilhami dari membaca buku karangan Gravv, SVD tentang manfaat susu kedelai, ia mulai memberanikan diri untuk mencoba memproduksinya. Dari semula hanya sekedar coba-coba, sejak tahun 2003 menjadikannya sebagai bisnis sampingan yang menguntungkan.

Bahan mudah di dapat, pembuatan mudah

Bahan pembuat susu kedelai itu, menurut Jumbadi, sangat mudah didapat, yakni kedelai, kacang hijau, bekatul dan gula. Namun dalam memilih bahan-bahan yang digunakan, ia tak sembarangan. Hanya bahan-bahan yang berkualitas bagus yang digunakannya. Menurutnya bahan yang bagus akan mengahasilkan khasiat yang bagus pula.

Proses pembuatannya sangat sedehana, kedelai dan kacang hijau di jemur terlebih dahulu hingga kering, kurang lebih 3 kali penjemuran. Setelah kering betul ketiga bahan kemudian dicampur dengan perbandingan bekatul 10 %, kedelai 45 % dan kacang hijau 45%. Setelah itu masing-masing bahan tadi di goreng tanpa minyak atau di sangrai. Disinilah rahasia dari susu kaleyo ini. Kualitas sangrai yang bagus diketahui dari aroma. Ia telah mempunyai seorang pekerja yang ahli dibidang ini. Pada proses sangrai tidak boleh terlalu matang. Bila terlalu matang rasanya akan tidak enak. Proses selanjutnya adalah penggilingan. Setelah digiling memakai mesin penggiling hingga lembut, kemudian di saring, maka jadilah sereal yang siap dikemas.

Di tempat tinggalnya yang beralamat di Desa Tenggak Rt 2 Kecamatan Sidoharjo Kabupaten Sragen, setiap minggunya tak kurang 300 bungkus ia produksi, atau setara dengan 75 kg. Untuk memproduksi sebanyak itu, dibutuhkan 7,5 kg bekatul, 30 kedelai dan 37,5 kacang hijau. Satu kilogram kacang hijau ia beli dengan harga Rp. 9.000,- sedangkan kedelai kualitas bagus Rp. 10.000 sementara bekatul ia beli dengan harga Rp.2.000 / kg-nya. Ongkos produksinya relatif sangat murah yakni sebesar Rp. 100.000 untuk setiap 300 bungkus. Sedangkan harga jualnya per bungkus ia bandrol Rp. 15.000. Dalam setiap bulan ia mampu menjual 1200 bungkus. Setelah dikurangi ongkos produksi dan gaji pekerjanya ia mendapat penghasilan bersih sebesar Rp. 2.750.000,-. Sebuah penghasilan tambahan yang lumayang bagi seorang pensiunan PNS.

Ia mengaku tidak mendapat kesulitan dalam memasarkan produknya. Awalnya ia memang menawarkan sendiri ke beberapa rekannya, dan sering mengikuti pameran. Tapi sekarang ia tinggal menerima pesanan yang datang dari berbagai kota besar di Jawa  antara lain Solo, Yogyakarta, Jakarta, Semarang bahkan dari luar pulau Jawa.

Jumbadi tidak menawarkan janji tetapi bukti. Ia menuturkan pelanggannya yang membuktikan khasiat dari susu Kaleyo ini. Menurut Jumbadi salah satu pelanggannya adalah Mantan Menteri Koperasi Siswono Yudo Husodo. Selain itu masih banyak pelanggannya dari berbagai kota yang merasakan khasiat dari susu Kaleyo ini.

Untuk mengkonsumsinya, sereal bekatul tinggal dicampur dengan air hangat boleh ditambah gula. Maka akan menjadi minuman yang lezat dan berkhasiat. ”Tidak pahit, rasanya nikmat sekali, sangat baik diminum 2 kali dalam sehari” tutur lelaki yang berambut putih ini. (N.Hart)

Keuletan Berbuah Kesuksesan

Dusun Genengsari Desa Blanggu Kecamatan Gesi bukanlah desa yang besar. Namun jangan heran bila tas hasil produksi home industri warga sini telah merambah di sebagian besar pasar dan toko di Indonesia. Hampir semua toko tas di kota-kota di Indonesia memajang merek Daimesstar dan King Bag .