Tampilkan postingan dengan label Herbal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Herbal. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 September 2010

Mahkota Dewa : Tanaman Sehat Penakluk Kanker

Mengetahui khasiat tumbuhan satu ini, mungkin Anda segera berminat menanamnya. Betapa tidak. Tanaman ini ternyata punya khasiat luar biasa. Ia bisa menyembuhkan gangguan kesehatan dari yang ringan hingga yang nyaris tak ada harapan sembuh. Terbukti, khasiatnya ampuh mengatasi pegal-pegal, Influenza dan Diabetes. Selain itu khasiat dari mahkota dewa juga mampu mengatasi  penyakit  kanker, organ hati, jantung, hipertensi, rematik serta asam urat.

Itulah mahkota dewa (Phaleria macrocarpa). Tanaman yang kabarnya berasal dari daratan Papua ini di Jawa Tengah dan Yogyakarta dijuluki makuto dewo, makuto rojo, atau makuto ratu. Untuk mengolahnya jadi obat pun sangat gampang. Cuma dengan menyeduh teh racik terbuat dari kulit dan daging buah, cangkang buah, atau daunnya, bahan obat alami ini pun siap dipakai.

Buah dari tanaman yang gampang dibudidayakan ini adalah  bagian yang paling banyak digunakan sebagai obat alami, di samping daun dan batang.  Dari ketiga bagiannya, yakni kulit dan daging buah, cangkang (batok biji), serta biji, yang dimanfaatkan umumnya kulit dan daging buah serta cangkangnya. Buah muda berwarna hijau dan yang tua berwarna merah cerah.

Berdasarkan penelitian dalam daun dan kulit buah makuto dewo terkandung senyawa saponin dan flavonoid, yang masing-masing memiliki efek antialergi dan antihistamin. Cangkangnya memiliki rasa sepet-sepet pahit, lebih pahit dari kulit dan daging buah. Bagian ini juga tidak dianjurkan untuk dikonsumsi langsung karena dapat mengakibatkan mabuk, pusing, bahkan pingsan. Namun, setelah diolah, bagian ini lebih mujarab ketimbang kulit dan daging buah. Ia dapat mengobati penyakit berat macam kanker payudara, kanker rahim, sakit paru-paru, dan sirosis hati.

Namun ada baiknya anda menghindari biji mahkota dewa karena bijinya sangat beracun. Kalau mengunyahnya, kita bisa muntah-muntah dan lidah mati rasa. Karenanya, bagian ini cuma digunakan sebagai obat luar untuk penyakit kulit.

Sudah tentu untuk menjadikan daging buah atau cangkangnya sebagai obat, perlu pengolahan terlebih dulu. Bisa dijadikan buah kering, teh racik, atau ramuan instan. Namun, yang sering dilakukan adalah dengan menjadikannya teh racik dan ramuan instan.

Bagian lain yang bisa dijadikan obat adalah batang dan daun. Cara memanfaatkan daun adalah dengan merebus dan meminum airnya. batang mahkota dewa secara empiris bisa mengobati kanker tulang. Sedangkan daunnya bisa menyembuhkan lemah syahwat, disentri, alergi, dan tumor.

“Si Liar” yang Mencerdaskan

Jengkel melihat tumbuhan liar yang ada di selokan depan rumah? Eit, jangan buru-buru dibuang. Siapa tau tanaman itu adalah Pegagan yang mempunyai khasiat meningkatkan daya ingat. Pegagan adalah salah satu tanaman yang biasanya tumbuh liar dipadang rumput, tepi selokan ataupun ditepi-tepi sawah.

Pegagan ini dapat juga digunakan sebagai pengganti Ginkgo Biloba terutama untuk mengatasi kepikunan dini atau meningkatkan kecerdasan. Zat-zat yang terkandung didalam tanaman ini dapat memperlancar aliran darah ke otak. Pasalnya, zat-zat yang terkandung dalam tanaman tersebut merupakan makanan bagi otak manusia, sehingga dapat meningkatkan kerja saraf yang bertugas untuk merekam daya ingat.

Tumbuhan ini biasa ditemukan pada daerah-daerah lembab, pinggiran rawa, pinggiran sungai, dan parit. Tanaman ini  merupakan jenis tumbuhan terna atau herba tahunan tanpa batang, dengan batang pendek dan cabang-cabang yang melata, panjangnya sekitar 10 cm sampai 80 cm.

Selain untuk memperkuat daya ingat, tanaman ini juga bisa sebagai antibiotik. Di negara China, tumbuhan ini biasa digunakan sebagai tonikum dan pengobatan lepra. Tumbuhan ini bila dipegang akan terasa  dingin, sehingga dapat digunakan sebagai anti-infeksi, anti-toksik, antipiretik, dan diuretik. Dalam sistem pengobatan ayurvedic di India, biasanya  dibuat dalam bentuk sirup tanpa alkohol untuk pengobatan epilepsi.

Selain itu, di Thailand, juga digunakan sebagai tonikum dan obat diare. Sementara di Sri Lanka, tumbuhan ini banyak dimanfaatkan untuk meningkatkan pengeluaran air susu, sedangkan di Vietnam digunakan untuk mengatasi lemah badan karena usia lanjut (senility).

Di Indonesia sendiri, tumbuhan ini, biasa digunakan untuk menyembuhkan luka, sakit perut, obat cacing, dan kencing batu. Tumbuhan ini juga bisa digunakan sebagai obat demam, pembersih darah, hemoroid, batuk kering, dan penyakit anak- anak hidung berdarah.

Dalam meramu pegagan sebagai obat, dosis sehari yang dianjurkan adalah 2-4 gram pegagan (seluruh bagian tanaman kecuali akar) yang sudah dikeringkan atau sekitar 15-30 gram pegagan segar. Untuk pencegahan, dapat digunakan dengan dosis 0,5-1 gram pegagan kering atau 4-8 gram pegagan segar satu hari. Penyajiannya bisa dilakukan dalam bentuk teh (dikeringkan dan direndam dalam air seperti teh) atau pegagan segar diseduh dengan air panas selama 10 menit.

Apabila ingin melihat langsung bagaimana bentuk dan warna Tanaman Pegagan, anda  dapat melihatnya di Green House Taman nDayu Alam Asri yang terletak di Kecamatan Karangmalang Sragen. Pengunjung yang datang kesini bisa belajar bagaimana cara menanam sampai dengan cara pengolahan hingga menjadi obat herbal yang siap disajikan. (N.Hart)