Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 September 2010

Nikmatnya Botok Tawon Madu

Siapa bilang tawon hanya dapat bermanfaat sebagai penghasil madu. Ternyata dengan sedikit kreatifitas, tawon madu dapat diolah menjadi “bothok” lauk yang lezat teman santap nasi putih.

Rasanya sedikit asam dan pedas berasal dari perpaduan bumbu dan parutan kelapa. Sangat enak bila disantap dengan nasi putih yang hangat dan sayur asam.  Menu makanan khas dari bahan baku tawon madu ini kini banyak digemari masyarakat.

Lauk sederhana ini menjadi menu spesial bagi banyak pelanggan rumah makan mBah Mustari yang terletak di Pungkruk, Kecamatan Sidoharjo,  Kabupaten Sragen. Menurut Imam Asngari, sang pemilik warung makan, pelanggannya banyak berasal dari kalangan pejabat. Mulai dari Sekretaris Daerah, Kepala Badan hingga pejabat dari luar kota.

Imam Asngari menjelaskan, menu makanan bikinannya ini sudah melengkapi menu di rumah makannya sejak 2 tahun lalu. Sejak itu pula tiap hari bothok tawonnya laris manis di beli pelanggannya.

Bukan sekedar sebagai menu makanan, botok tawon  madu juga memiliki khasiat yang bermanfaat. Seperti dapat mengurangi rasa pegal-pegal, menguatkan stamina tubuh dan mengurangi kadar gula darah. Dan jika konsumsi secara teratur botok tawon madu ini juga menyembuhkan adanya penyempitan sel tubuh dan perbaikan penyumbatan pada sendi.

Setiap hari, rumah makannya menyajikan minimal 300 bungkus bothok tawon madu. Biasanya jam tiga sore bothok tawonnya sudah habis. Jadi bila ingin menikmatinya jangan membeli di rumah makannya lebih dari jam tiga. “Paling banter, jam 3 sore pasti sudah habis” kata Imam Asngari. Harganyapun cukup terjangkau, yakni hanya Rp. 3.000,- perbungkusnya.

Bahan bakunya tak sulit. Menurut Imam Asngari, ia  telah mempunyai peternak lebah binaanya sendiri. Ada sepuluh peternak lebah binaannya. Setiap dua hari sekali peternak lebah tersebut setor tawon madu ke dapur rumah makannya. Sekilo tolo biasanya dapat menghasilkan 25 bungkus botok tolo tawon.

Cara memasaknya sederhana dan relatif singkat. Tawon madu yang masih tersimpan didalam sarangnya, terlebih dahulu di panaskan dengan air selama 3 menit. Setelah hancur angkat dari air panas dan ditiriskan.  Bumbu-bumbu yang terdiri bawang merah bawang putih, garam, gula, daun salam dan cabe ditumbuk halus. Kemudian dicampur dengan parutan kelapa dan masukkan tawon madu. Setelah tercampur dengan baik, bungkus dengan  daun pisang dan dikukus. Cukup sepuluh menit, bothok yang dikukus biasanya telah matang dan siap untuk dihidangkan. Sementara untuk menyajikan menu botok tolo tawon, dia sengaja membungkus daun pisang.

Saat Anda mencoba mencicipi botok tersebut, ada sedikit aroma lebah atau tawon menyengat hidung saat pelepah daun pisang pembungkus botok dibuka. Mau mencoba kelezatan bothok tawon, silahkan datang ke warung bothok mBah Mustari. (N.Hart)

Rabu, 22 September 2010

Loyo, minum saja Kaleyo Rasa Lezat, Omzet Melesat

Susu nikmat ini menjadi alternatif yang banyak dicari sebagai pengganti susu sapi. Selain rasanya yang gurih dan biayanya lebih murah, susu kaleyo memiliki kadar protein yang sangat tinggi. Di tangan Jumbadi (69), susu kaleyo tersebut tidak hanya bisa dikonsumsi sebagai minuman sehari-hari, tetapi juga dapat untuk mencegah dan mengobati beberapa macam penyakit.

Menurut beberapa pelanggan, berbagai penyakit yang dideritanya dapat sembuh dengan mengkonsumsinya secara rutin setiap hari. Penyakit-penyakit yang dapat disembuhkan diantarannya adalah magh akut, ambein, flek-flek di dahi, pencegah kanker prostat dan pencegah penyumbatan arteri.

Susu Kaleyo tidak hanya baik untuk orang dewasa saja. Susu ini juga sangat cocok untuk asupan anak-anak usia 2 hingga 5 tahun. Dibandingkan dengan tepung gandum, tepung kedelai mengandung 15 kali lebih banyak kalsium, 7 kali fosfor, 10 kali zat besi, 10 kali vitamin B, 9 kali Vitamin B2, 5 kali niasin dan 5 kali mineral.

 Apa sebenarnya susu kaleyo ini? susu ini terdiri dari kedelai, kacang hijau dan bekatul. Sengaja ditambahkan bekatul karena menurut kakek 5 cucu ini, bekatul ternyata memiliki kandungan zat-zat yang dapat bermafaat bagi tubuh manusia.

Bekatul yang ini jangan disamakan dengan bekatul biasa. Namun telah melewati beberapa proses pengolahan sehingga aman dan bermanfaat bagi tubuh. Dan yang penting bebas dari bahan-bahan kimia.

Bekatul mempunyai kandungan vitamin B15 yang sanggup mengoptimalkan kerja aneka organ tubuh dan dapat menguatkan jantung. Vitamin B15 memang belum dikenal masyarakat. Padahal, senyawa yang juga disebut pangamic acid ini memiliki banyak khasiat. Struktur kimia vitamin B15 adalah Glucono-dimethy-lamino-acetic-acid, ditemukan oleh Dr. Krebs Junior, ahli biokimia dari San Francisco, Amerika Serikat, pada tahun 1952.

Pensiunan PNS ini mulai memproduksi susu kedelai sekitar tujuh tahun lalu. Terilhami dari membaca buku karangan Gravv, SVD tentang manfaat susu kedelai, ia mulai memberanikan diri untuk mencoba memproduksinya. Dari semula hanya sekedar coba-coba, sejak tahun 2003 menjadikannya sebagai bisnis sampingan yang menguntungkan.

Bahan mudah di dapat, pembuatan mudah

Bahan pembuat susu kedelai itu, menurut Jumbadi, sangat mudah didapat, yakni kedelai, kacang hijau, bekatul dan gula. Namun dalam memilih bahan-bahan yang digunakan, ia tak sembarangan. Hanya bahan-bahan yang berkualitas bagus yang digunakannya. Menurutnya bahan yang bagus akan mengahasilkan khasiat yang bagus pula.

Proses pembuatannya sangat sedehana, kedelai dan kacang hijau di jemur terlebih dahulu hingga kering, kurang lebih 3 kali penjemuran. Setelah kering betul ketiga bahan kemudian dicampur dengan perbandingan bekatul 10 %, kedelai 45 % dan kacang hijau 45%. Setelah itu masing-masing bahan tadi di goreng tanpa minyak atau di sangrai. Disinilah rahasia dari susu kaleyo ini. Kualitas sangrai yang bagus diketahui dari aroma. Ia telah mempunyai seorang pekerja yang ahli dibidang ini. Pada proses sangrai tidak boleh terlalu matang. Bila terlalu matang rasanya akan tidak enak. Proses selanjutnya adalah penggilingan. Setelah digiling memakai mesin penggiling hingga lembut, kemudian di saring, maka jadilah sereal yang siap dikemas.

Di tempat tinggalnya yang beralamat di Desa Tenggak Rt 2 Kecamatan Sidoharjo Kabupaten Sragen, setiap minggunya tak kurang 300 bungkus ia produksi, atau setara dengan 75 kg. Untuk memproduksi sebanyak itu, dibutuhkan 7,5 kg bekatul, 30 kedelai dan 37,5 kacang hijau. Satu kilogram kacang hijau ia beli dengan harga Rp. 9.000,- sedangkan kedelai kualitas bagus Rp. 10.000 sementara bekatul ia beli dengan harga Rp.2.000 / kg-nya. Ongkos produksinya relatif sangat murah yakni sebesar Rp. 100.000 untuk setiap 300 bungkus. Sedangkan harga jualnya per bungkus ia bandrol Rp. 15.000. Dalam setiap bulan ia mampu menjual 1200 bungkus. Setelah dikurangi ongkos produksi dan gaji pekerjanya ia mendapat penghasilan bersih sebesar Rp. 2.750.000,-. Sebuah penghasilan tambahan yang lumayang bagi seorang pensiunan PNS.

Ia mengaku tidak mendapat kesulitan dalam memasarkan produknya. Awalnya ia memang menawarkan sendiri ke beberapa rekannya, dan sering mengikuti pameran. Tapi sekarang ia tinggal menerima pesanan yang datang dari berbagai kota besar di Jawa  antara lain Solo, Yogyakarta, Jakarta, Semarang bahkan dari luar pulau Jawa.

Jumbadi tidak menawarkan janji tetapi bukti. Ia menuturkan pelanggannya yang membuktikan khasiat dari susu Kaleyo ini. Menurut Jumbadi salah satu pelanggannya adalah Mantan Menteri Koperasi Siswono Yudo Husodo. Selain itu masih banyak pelanggannya dari berbagai kota yang merasakan khasiat dari susu Kaleyo ini.

Untuk mengkonsumsinya, sereal bekatul tinggal dicampur dengan air hangat boleh ditambah gula. Maka akan menjadi minuman yang lezat dan berkhasiat. ”Tidak pahit, rasanya nikmat sekali, sangat baik diminum 2 kali dalam sehari” tutur lelaki yang berambut putih ini. (N.Hart)

Sate Kuda Penambah Stamina

“Sate Kuda” kedengarannya memang belum begitu lazim. Tapi masakan yang satu ini memang lumayan banyak yang mengonsumsinya. Bahkan keberadaannya kerapkali dikaitkan dengan mitos-mitos makanan penambah stamina. Tak mengherankan bila keberadaannya selalu diburu oleh banyak orang.

Kuda merupakan lambang kekuatan. Jangan heran jika gambar kuda sering diabadikan sebagai logo obat kuat. Bahkan, ada juga mitos yang menceritakan kehebatan Patih Gajah Mada berasal dari kegemarannya menyantap daging kuda saban hari.

Salah satu penjaja sate kuda di Kota Sragen adalah Warung Makan Sate Kuda Mbak Yuni yang berada di Kios Renteng sebelah selatan alun-alun.. Warung sederhana yang dikelola oleh Mbak Yuni ini, tiap harinya selalu menyediakan berporsi-porsi sate kuda dan aneka masakan dari binatang kuda.

Menurut Yuni, para pembeli sate kuda ini merupakan konsumen khusus. Tidak semua orang suka dengan sate kuda. Selain jenis makanan seperti ini belum familier, kebanyakan yang mencari masakan ini adalah orang-orang yang percaya pada khasiat khasiat daging kuda. Selebihnya, adalah orang-orang yang penasaran dan orang-orang yang memang telah biasa mengonsumsinya.

’’Daging kuda itu memiliki banyak khasiat, salah satunya adalah untuk menambah stamina dan gairah. Di luar itu, bisa juga untuk membantu mengatasi risiko asam urat, rematik, kencing manis, asma sampai gatal eksim. Karena kuda termasuk binatang yang suka bergerak, kolesterolnya pun menjadi sangat rendah,’’urai Yuni mengenai khasiat dari masakan yang diolahnya.

Dari sisi bentuk, masakan sate kuda memang tak jauh berbeda dengan sate-sate lainnya. Bentuk sajiannya juga sama, yakni dicelupkan dengan larutan kecap yang telah dilengkapi dengan berbagai macam lalapan. Yang sedikit berbeda barangkali hanya masalah rasa. Daging kuda memiliki rasa agak manis dibanding daging-daging lainnya.

Untuk mendapatkan daging kuda, Yuni mengaku tidak bisa memerolehnya di Sragen. Setiap tiga hari sekali dia harus pergi ke Desa Segarayasa Pleret Bantul Yogyakarta, karena di sanalah daging-daging kuda terbaik tersedia. Dari segi penjualan, perharinya Yuni bisa menghabiskan lima kg daging kuda.

Daging kuda untuk sate tidak bisa sembarangan. Harus daging has dalam. Bagian tersebut, menurut Yuni, adalah bagian terempuk dari keseluruhan daging kuda. “Kalau daging sapi, biasanya ada di bagian lulur dalam,” ujarnya.

Selain sate daging kuda, Yuni juga menyuguhkan sate zakar kuda. Namun, untuk mendapatkannya, pembeli harus memesan terlebih dulu. Satu zakar kuda bisa menjadi beberapa tusuk sate. “Cukup mahal harganya karena harga zakar mentahan mencapai Rp 70.000,” ujarnya. Proses memasaknya juga lebih sulit karena bisa menghabiskan dua liter minyak tanah agar daging lebih empuk.

Tapi perlu dicatat, di balik beragam khasiat sate kuda ini ternyata kadang ada juga efek sampingnya yaitu bisa menyebabkan darah tinggi. Meskipun bisa saja efek ini tidak terjadi pada semua orang. (N.Hart)

Selasa, 21 September 2010

Jenang Mbah Rajak, Rasanya Enak dan Khas

Selain kaya akan prestasi ternyata juga kaya akan makanan tradisional. Salah satunya adalah makanan khas yang diproduksi oleh Mbah Sumo Diharjo yang lebih akrab dipanggil Mbah Rajak. Sudah 40 tahun mbah Rajak berjualan aneka macam makanan tradisional, antara lain: Jenang, trasikan, wajik, jadah, dan aneka lauk pauk.

Karena banyaknya pembeli, selain berjualan di pasar Bunder,  mbah Rajak juga melayani pembeli yang langsung datang  dirumah. Banyak sekali pembeli yang sudah menjadi langganannya karena itu setiap hari warung mbah Rajak di pasar tidak pernah sepi oleh pembeli. Mulai pagi sampai sore makanannya selalu diserbu pembeli dan jarang sekali makanan tersebut sampai sisa. Bahkan tidak jarang pembeli yang datang berasal dari luar daerah dan menjadikan makanan khas Sragen buatan mbah Rajak  ini sebagai oleh-oleh.

CAFÉ NOVA: Menu Bintang Lima, Harga Bersahabat

Anda lelah dan lapar? Ingin mencari suasana baru? Cobalah untuk melepas lapar di Cafe Nova. Rumah makan dengan nuansa asri yang berlokasi di Bangak, Jl. Mayor Suharto No.2 Sragen. Begitu masuk, anda akan disuguhi liukan ikan-ikan nan cantik dan suara gemericik air kolam yang mengelilingi gazebo- gazebo. Alunan musik nan merdu membuai para pengunjung yang sedang memadu kasih ataupun bercengkrama ria UNTUK  betah berlama-lama di tempat ini.