Tampilkan postingan dengan label Anak dan Bayi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anak dan Bayi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Juli 2012

Pukulan di Pantat Dapat Sebabkan Penyakit Mental

Suka menghukum anak Anda dengan memukul mereka di pantat? Sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan di jurnal ilmu kesehatan anak mungkin bisa menjadi pertimbangan Anda sebelum memberikan hukuman fisik kepada anak.

Para peneliti memeriksa data lebih dari 34 ribu orang dewasa dan menemukan, pukulan di pantat bisa meningkatkan risiko gangguan kesehatan mental secara signifikan saat dewasa.

Menurut hasil penelitian mereka, hukuman fisik berhubungan dengan gangguan suasana hati (mood), termasuk depresi dan kegelisahan, serta gangguan kepribadian, kecanduan pada alkohol dan narkotik. Mereka memperkirakan sekitar tujuh persen penyakit mental orang dewasa mungkin disebabkan oleh hukuman fisik sewaktu masa anak-anak, termasuk tamparan, dorongan, cengkraman, dan pukulan.

Penelitian menunjukkan, tamparan menyebabkan risiko depresi sebesar 41 persen, ketergantungan pada alkohol dan  narkoba 59 persen, gangguan jiwa 93 persen, di antara temuan yang lainnya.

"Kita tidak hanya membicarakan pukulan di pantat," menurut Tracie Afifi, PhD dari University of Manitoba di Winipeg. "Kita melihat orang menggunakan hukuman fisik sebagai cara umum yang dipakai untuk mendisiplinkan anak mereka."Namun, penelitian itu mengesampingkan individu-individu yang melakukan penganiayaan berat seperti kekerasan fisik, pelecehan seksual, pengabaian fisik dan emosi, atau kekerasan terhadap pasangan.

"Hal tersebut jelas menunjukkan bahwa hukuman fisik tidak seharusnya dilakukan kepada anak-anak pada usia berapapun," kata Afifi. Para peneliti menyimpulkan, "penting bagi pediatris dan penyedia layanan kesehatan lainnya yang bekerja bersama anak-anak dan orang tua untuk menyadari keterkaitan antara hukuman fisik dengan gangguan mental."

Hukuman fisik kepada anak-anak adalah suatu hal yang legal di Amerika Serikat, meskipun dilarang di sedikitnya 24 negara lainnya. Perlu dicatat juga bahwa 19 negara bagian di Amerika Serikat mengizinkan hukuman fisik di lingkup sekolah. Penelitian awal menunjukkan pukulan pada balita akan meningkatkan kecenderungan agresivitas ketika sudah menginjak masa anak-anak.

Sumber : Yahoo.com

Kamis, 23 September 2010

Tips Tidur yang Berkualitas

Rata-rata orang dewasa menghabiskan tujuh sampai sembilan jam untuk tidur setiap malam. Saat itulah tubuh melakukan perbaikan yang dibutuhkan. Racun-racun dibuang dan sel serta jaringan dibangun kembali. Otak juga memproses stress yang dikumpulkan saat tubuh terjaga dan mengurangi efek buruknya terhadap system tubuh.
Meskipun riset laboratorium secara luas sudah banyak dilakukan, namun fungsi tidur tetap menjadi sebuah misteri. Satu hal yang pasti, tubuh dan pikiran tidak dapat berfungsi dengan baik tanpa tidur. Bila kita menjalani tidur yang berkualitas buruk dalam jangka waktu lama, kesehatan fisik dan mental kita akan terganggu. Kekurangan tidur akan langsung menurunkan produktivitas, kemampuan menikmati hidup, dan penampilan kita.

Untunglah, ada banyak cara efektif untuk menghindari gejala insomnia dan memastikan kita tetap tertidur lelap setiap malamnya. Cara ini akan dapat membantu kita bekerja dengan senang pada tingkat energi yang optimal.






Olahraga Sebagai Relaksasi
Melakukan gerak tubuh secara teratur penting untuk menciptakan tidur yang berkualitas. Tanpa olahraga, secara fisik Anda tidak akan cukup lelah untuk beristirahat dengan baik di malam hari. Aktivitas aerobic seperti jalan kaki dan bersepeda berfungsi untuk melatih jantung dan membentuk otot. Sedangkan beberapa teknik yoga tertentu sangat baik untuk meregangkan tubuh dan membuat rileks.

Pijat dan Meditasi
Di saat-saat tertentu, stress dapat mengakibatkan insomnia. Beberapa teknik pijat akan membantu karena meredakan ketegangan leher bahu yang pegal, dan pinggang yang kaku. Pijat muka juga dapat memberikan ketengangan dengan seketika.

Stress adalah bagian kehidupan yang tidak dapat dihindari. Namun, saat Anda memerlukan ketenangan diri, serangkaian teknik meditasi dan visualisasi dapat membantu Anda mengatasi ketidakyakinan, kekhawatiran dan kegelisahan. Dengan cukup latihan, stress dapat sangat dikurangi sehingga tak akan menyebabkan kesulitan tidur di malam hari.

Lingkungan yang Tenang
Kekurangan tdiur dapat diperburuk oleh factor-faktor eksternal seperti suara bising, suasana “sibuk” dalam kamar tidur, bahkan jenis kasur yang tidak tepat. Dengan mengoptimalkan lingkungan fisik Anda, banyak factor penghalang seperti di atas yang dapat dikurangi bahkan dihilangkan.

Dengan menerapkan prinsip-prinsip feng-shui, Anda dapat mengatur ruang kamar tidur untuk membuat hal-hal yang dapat menghambat kelancaran aliran “chi” atau energi. Dekorasi dan pola penerangan yang tepat dapat menenangkan indera. Selain itu, memiliki ritual sebelum tidur juga dapat membuat tidur menjadi pengalaman yang nyaman dan menyenangkan.

Memanjakan Diri
Agar memperoleh waktu pribadi yang berkualitas, luangkan waktu untuk menyingkirkan beban pikiran dan kerisauan di malam hari. Hal ini sangat penting mengingat banyaknya tuntutan dalam kehidupan sehari-hari. Betapapun sibuknya Anda, sebaiknya ambil waktu untuk bersantai sebelum tidur. Jika tidak, pikiran masih akan dipenuhi dengan berbagai masalah harian.

Agar tubuh siap memasuki saat tidur, pasanglah lilin di sekeliling Anda dan berendamlah dalam air hangat yang dibubuhi minyak aromaterapi atau ramuan herbal. Minyak essensial seperti lavender dan clary sage yang ditambahkan dalam air dapat meredakan sakit kepala dan ketegangan otot. Kantong mandi atau garam mandi dari bunga chamomile dapat mengurangi stress. Manfaatkan pula energi alami yang dihasilkan bunga dan tumbuhan lainnya sebagai campuran air hangat untuk merendam kaki, bantal tidur yang mendatangkan rasa kantuk, dan larutan alcohol yang membuat tidur efektif.

Cemilan sebelum tidur
Anda sudah makan malam pukul 6 sore tadi dan sekarang sudah pukul 11.30. Sudah waktunya tidur, tapi Anda merasa lapar dan haus lagi.. Apa yang sebaiknya Anda lakukan? Daripada membuka lemari es untuk menari makanan yang mengenyangkan dan mungkin sulit dicerna, sebaiknya pilih makanan ringat seperti roti panggang berlapis selai dan minuman hangat yang menenangkan. Hindari teh dan kopi karena merupakan stimulant yang cenderung membuat terjaga bila diminum malam hari. Sebaliknya, teh herbalyang menenangkan dapat dikonsumsi menjelang malam dan susu hangat ideal dikonsumsi sebelum tidur. Susu mengandung peptide yang menenangkan system tubuh.

Terapi batu kristal
Terkadang kesulitan tidur muncul karena emosi berlebihan, seperti rasa takut, kegirangan atau kegelisahan. Terapi batu kristal dapat membantu meringankan patah hati. Bebatuanyang tepat juga dapat menenangkan rasa galau, kegelisahan serta membantu menormalkan pola tidur. Batu kristal dapat membantu bila mimpi buruk terus membuat anda terjaga. (N.Hart)

Perlengkapan Tidur Bayi Yang Sehat

Perlengkapan tidur yang dibutuhkan agar seorang bayi dapat tidur dengan aman dan nyaman. Prinsip pemilihannya tempat tidur yang utama adalah keamanan. Namun,  perlu juga diingat, bahwa tidak ada peralatan sehebat apapun yang dapat menggantikan orang tua yang penuh kasih sayang dan responsif.

Jika kita menonton film dari negara barat, kita dapat melihat bahwa sejak bayi, anak memiliki kamar sendiri. Hal ini tentunya berbeda dengan budaya di negeri kita, dimana pada umumnya bayi tidur bersama orang tua. Ada sesuatu yang sangat nyaman tentang kebersamaan baik bagi anak yang baru lahir maupun bagi orang tua. Biasanya bayi tidur bersama orang tua pada satu tempat tidur. Ada juga yang menggunakan ayunan, tempat tidur gulung, atau tempat tidur bayi di dekat tempat tidur (co-sleeper).

Jika anak Anda tidak terlalu aktif, ayunan atau tempat tidur gulung dapat digunakan selama dua sampai tiga bulan pertama. Pastikan kedua peralatan memiliki alas yang cukup luas sehingga tidak akan roboh.

Ketika tiba waktunya memilikih sebuah tempat tidur bayi, maka sisi yang terpenting adalah tempat tidur yang akan menjaga anak dalam keadaan aman. Ada beberapa sisi praktis yang perlu diperhatikan:
 
  • Penutup samping harus bisa naik dan turun dengan mudah dan tidak menimbulkan suara.
  • Penutup yang bisa dioperasikan dengan satu tangan akan memberikan kemudahan terutama saat Anda sedang membawa bayi atau popok dan pakaian basah
  • Tempat tidur kokoh dan tidak bergoyang-goyang atau berderit.
  • Hati-hati dengan tempt tidur yang terbuat dari baja karena rentan goyang atau memiliki bagian yang tajam pada pengelasannya.
  • Cari tempat tidur yang mudah dipasang dan tidak memerlukan banyak alat.

Setelah memilih tempat tidur yang baik, kita perlu memperhatikan beberapa petunjuk atau rekomendasi berkaitan dengan risiko bahaya yang dihadapi oleh bayi saat tidur, seperti kehabisan napas, tegencet, tercekik, dan jatuh. Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) merupakan penyebab kematian terbesar pada bayi berumur 1 sampai 12 bulan (paling sering pada bayi berumur 2 – 4 bulan). Di Amerika Serikat 2500 kasus SIDS terjadi setiap tahunnya. Sebagian besar kasus SIDS berkaitan dengan tidur bayi dan bayi yang meninggal karena SIDS tidak menunjukkan tanda-tanda penderitaan.

Faktor risiko utama SIDS adalah posisi tidur bayi yang tengkurap. Berbagai penelitian menunjukkan tidur dalam posisi tengkurap meningkatkan insiden SIDS. Beberapa peneliti memiliki dugaan bahwa posisi tengkurap memberikan tekanan pada rahang bayi, sehingga mempersempit jalan napas bayi.

Teori lain adalah bahwa dalam posisi tengkurap terdapat risiko bayi menhirup kembali udara yang telah dihembuskannya, terutama jika bayi tidur pada matras yang lembut atau dengan adanya mainan boneka, atau bantal di dekat wajahnya. Benda-benda tersebut dapat memperangkap udara yang dihembuskan bayi, sehingga kadar karbondioksida terakumulasi dan kadar oksigen menurun.

Beberapa bayi tidak memiliki refleks bernapas yang berkembang baik, sehingga tidak bisa berjuang untuk bernapas jika sebuah selimut atau benda lain menutup jalan napasnya. Bayi-bayi ini kemungkinan memiliki kelainan pada nukelus arkuat-nya, yaitu bagian otak yang mengontrol pernapasan dan reaksi bangun dari tidur.

Karena itu, untuk mencegah atau memperkecil risiko SIDS sampai bayi berusia 12 bulan, ikuilah petunjuk-petunjuk ini:
 
  • Baringkan selalu anak dalam posisi terlentang, wajah menengadah ke atas.
  • Jangan meletakkan bantal, boneka, selimut berbulu, atau alat lain di tempat tidur bayi.
  • Gunakanlah matras yang kaku dan ukurannya pas dengan ukuran tempat tidur.

Berdasarkan penelitian, tidak ada peningkatan risiko tersedak pada bayi yang tidur terlentang. Namun, pada bayi dengan kondisi medis tertentu, seperti gastroesophageal reflux disease (GERD) atau kelainan saluran napas atas tertentu, tidur dalam posisi tengkurap lebih baik. Karena itu, konsultasikanlah dengan dokter anak Anda mengenai keadaan-keadaan khusus ini. Selain itu, untuk mencegah perubahan bentuk kepala (terdapat bagian yang sedikit mendatar) karena terlalu terlentang terlalu lama, posisi bayi dapat diubah-ubah secara teratur. Pada siang hari, dalam pengawasan, bayi dapat diletakkan pada posisi tengkurap lebih sering.

Bayi sering tidak memiliki kekuatan atau koordinasi untuk membebaskan diri jika sesuau menggencet lehernya. Karena itu, perlu dipastikan:
 
  • Tebal rusuk tempat tidur bayi tidak lebih dari 2 3/8 inci (± 6 cm).
  • Ukuran desain-desain potongan papan atas atau papan bawah tempat tidur. Potongan-potongan dekoratif yang diameternya lebih dari 2 3/8 inci (± 6 cm) dapat membuat kepala bayi tergencet di sela-selanya.
  • Tebal tonggak-tonggak sudut tidak lebih dari 1/16 inci (± 0,2 cm), karena selimut dan bahan kain lainnya dapat tersangkut dan kemudian melilit leher anak.
  • Mobil-mobilan dan mainan lain diletakkan di luar jangkauan anak yang sudah cukup besar untuk duduk
  • Letak tempat tidur bayi jauh dari jendela dengan tali-tali yang menjuntai dari korden.

Saat anak sudah mulai dapat memegang benda-benda, ada kemungkinan ia akan memasukkan benda-benda tersebut ke dalam mulutnya (usia 5 – 6 bulan), sehingga nak bisa tercekik. Untuk mencegahnya, maka:
 
Berhati-hati dengan mainan-mainan yang bagian-baian kecilnya bisa patah, seperti boneka binatang dengan mata kancing atau truk mainan dengan ban yang longgar. Benda apa pun yang diameternya < 1 ¾ inci (± 4,5 cm) cukup kecil untuk bisa masu ke dalam saluran napas bayi.
Periksa tempat tidur bayi kalau ada serpihan-serpihan plastik.

Sedangkan untuk mencegah bayi terjatuh atau benda-benda terjatuh menimpanya:
 
  • Jangan tempatkan tempat tidur bayi di bawah rak buku, gambar yang berat atau gantungan-gantungan di dinding yang bisa jatuh.
  • Pastikan penyokong matras tertempel rapat pada papan bawah dan papan atas
  • pasang matras dengan posisi yang tepat.
  • Begitu anak telah mencapai tinggi 35 inci (± 89 cm) atau lebih, atau bisa berdiri ke penutup tempat tidur, seudah waktunya memindahkan anak ke tempat tidur biasa.

Perlengkapan tempat tidur bayi sebaiknya bersifat minimalis. Semakin banyak bahan kain yang mengelilingi seorang bayi, semakin banyak kesempatan terjadinya bahya kehabisan napas dan muncul tungau debu. Tungau debu merupakan salah satu alergen (pencetus reaksi alergi) yang paling umum. Bahan nilon dan sintetis lainnya bisa mengerut dan meningkatkan risiko bahaya tercekik.

Lampu malam dekat tempat tidur bayi bisa berbahaya. Begitu bayi yang sudah bisa merangkak, berjalan, dan menggenggam dapat meraih lampu tersebut dan ada kemungkinan bayi mengalami luka bakar. Karena itu, jika akan menggunakan lampu malam perlu diperhatika beberapa hal. Pertama, sambungan perlu diletakkan pada dinding tinggi, di luar jangkauan anak. Kedua, jauhkan lampu-lampu tersebut dari gorden atau bahan-bahan lain yang mudah terbakar. Lampu yang dapat dipilih adalah neon mini yang lebih redup dari lampu standar.

Beberapa bayi ternyata bisa tertidur lebih mudah bila di sekitarnya terdengar dengungan lirih atau “suara bising”. Untuk itu, Anda bisa memutar radio atau telvisi pada channel “statis” dan membiarkannya menyala dengan suara rendah. Musik yang lembut juga memiliki efek menenangkan yang sama. Namun, Anda harus waspada, jika anak terbiasa tertidur dengan suara-suara atau sensasi ini, maka ia akan sulit tidur jika tidak ada suara-suara tersebut.( dr. Puti Naindra Alevia)