Pernah dengar lagu yang salah satu liriknya ada kata “anak keju dan anak singkong”…? Nah dikatakan disitu bahwa singkong itu menggambarkan anak miskin dan keju menggambarkan anak orang kaya. Tak beda jauh dengan makanan itu sendiri bahwa singkong sering dianggap sebagai makanan kelas bawah sedangkan keju kelas menengah atas. Padahal kalau dirasakan benar-benar singkong pun tidak kalah enaknya dengan keju.
Singkong atau ubi kayu tak selamanya menjadi makanan kelas bawah, buktinya sekarang telah dipatahkan anggapan-anggapan seperti diatas. Kreativitas pecinta kuliner di negeri ini berhasil menggabungkan dua jenis makanan tersebut menjadi kudapan yang sempat menjadi bahan pembicaraan dan banyak diburu orang beberapa waktu lalu. Dan akhirnya kenikmatan singkong keju telah mengangkat nilai ekonomis dan nilai rasa itu sendiri.
Singkong keju adalah kudapan tebuat dari singkong yang dipotong-potong, direndam bumbu berupa campuran air dan larutan keju, gula halus, bawang putih, dan garam, kemudian digoreng hingga kuning keemasan. Sebelum dinikmati singkong keju dilengkapi taburan keju parut, meses, bubuk perasa french fries, dan susu kental manis.
Perpaduan antara makanan yang amat berbeda kelas ini ternyata digemari banyak orang. Dengan begini nilai jual singkong pun menjadi naik. Singkong keju biasanya dijual berkisar antara Rp 7.000,00 sampai Rp 10.000,00 per kotaknya. Harga jual tergantung variasi topping. Singkong keju dengan topping parutan keju, mess, cokelat atau mayones harganya sekitar Rp 8.000,00 per porsi.
Analisa Ekonomi
Asumsi
Masa pakai gerobak 5 tahun.
Masa pakai tenda dan wajan 3 tahun.
Masa pakai kompor gas 2 tahun.
Masa pakai perlengkapan lain-lain
bak/ember plastik, sutil, saringan minyak, wadah aneka bahan pelengkap.
Biaya Investasi
Gerobak Rp 3.000.000,00
Tenda Rp 2.500.000,00
Wajan 2 buah @Rp 200.000 Rp 400.000,00
Kompor gas 2 buah Rp 600.000,00
Perlengkapan lain-lain Rp 500.000,00
Total investasi Rp 7.000.000,00
Biaya Operasional
Biaya Tetap
Penyusutan gerobak 1/60 x Rp 3.000.000 Rp 50.000,00
Penyusutan tenda 1/36 x Rp 2.500.000 Rp 69.400,00
Penyusutan wajan 1/36 x Rp 400.000 Rp 11.100,00
Penyusutan kompor gas 1/24 x Rp 600.000 Rp 25.000,00
Penyusutan perlengkapan
lain-lain 1/36 x Rp 500.000 Rp 13.900,00
Gaji Karyawan 1 orang Rp 700.000,00
Sewa tempat Rp 600.000,00
Biaya listrik dan kebesihan Rp 20.000,00
Total Biaya tetap Rp 1.479.400,00
Biaya Variabel
Singkong (200kg x Rp 1.200/kg x 30 hari) Rp 7.200.000,00
Minyak goreng
(8 liter x Rp 9.500/liter x 30 hari) Rp 2.280.000,00
Aneka bumbu dan bahan pelengkap Rp 1.000.000,00
Gas ukuran 3 kg (Rp 13.000/hari x 30 hari) Rp 390.000,00
Kotak karton Rp 15.000 x 30 hari) Rp 450.000,00
Total biaya variable Rp 11.320.000,00
Total biaya operasional Rp 12.799.000,00
Penerimaan per Bulan
Penjualan singkong keju
(50kotak ukuran kecilxRp 7.000x30hari) Rp 10.500.000,00
(20kotak ukuran besarxRp 10.000x30hari) Rp 6.000.000,00
Total Penerimaan Rp 16.500.000,00
Keuntungan per Bulan
Keuntungan = Total penerimaan – total biaya operasional
= Rp 16.500.000 – Rp 12.799.400
= Rp 3.700.600
Revenue Cost Ratio (R/C)
R/C = Total penerimaan : total biaya operasional
= Rp 16.500.000 : Rp 12.799.400
= 1,28
Pay Back Period
Pay Back Period = (Total biaya investasi : keuntungan) x 1 bulan
= (Rp 7.000.000 : Rp 3.700.6000) x 1 bulan
RSS Feed
Twitter
12.10
Admin


0 komentar:
Posting Komentar